7 Fitur Command/Perintah Internal Linux yang Tidak Ada Persamaannya di Windows/DOS

Linux, secara dasar, memiliki keunggulan dalam mengolah string dan file dibanding dengan sistem operasi Windows. Beberapa command / perintah dasar linux, ternyata tidak dapat disaingi oleh windows, selain dengan installasi program external windows lagi. Beberapa command atau perintah dasar itu adalah :

 

grep

grep adalah suatu perintah yang digunakan untuk melakukan penyaringan suatu keluaran dari perintah lain berdasarkan kata/karakter. Contoh penggunaannya adalah , misal saya ingin mencari direktori yang mengandung kata foto dalam direktori /home/bimo/ pada komputer saya. Maka saya lakukan seperti ini:

ls -al /home/bimo/ | grep foto

hasilnya adalah :

drwxr-xr-x   8 bimo     bimo       832 2011-12-29 22:24 foto
-rw-r--r--   1 bimo     bimo   1857828 2012-03-18 18:02 foto_saya.png

 

Artinya bahwa dengan fasilitas pipa dengan tanda | yang artinya adalah dilanjutkan dengan perintah berikutnya, maka hasil dari ls -al /home/bimo akan dilanjutkan dengan persyaratan “yang memiliki kata foto”

 

Berarti dengan demikian grep dapat diintegrasikan dengan perintah lain seperti locate, cat, dan lain-lain yang menghasilkan keluaran

 

tail

Perintah tail ini berfungsi untuk menampilkan suatu file sejumlah 10 baris terakhir. Perintah tail ini dapat dilanjut dengan opsi tertentu seperti -n, -f dan lain-lainnya. Tail -n dapat digunakan untuk menentukan berapa baris terakhir yang akan ditampilkan. Misal:

tail -n 1000 /var/log/messages

Berarti kita akan menampilkan 1000 baris terakhir dari /var/log/messages. Tail -f lebih usefull lagi, yaitu untuk keperluan menampilkan secara realtime dari baris akhir sebuah file. Misal kita akan tampilkan /var/log/messages secara terus menerus, kita tinggal mengetik :

 

tail -f /var/log/messages

 

Untuk keluar dapat digunakan tombol q

 

Untuk linux jenis baru telah dibentuk juga tailf yang artinya tail -f. Tail dapat juga diperlakukan seperti demikian :

dmesg | tail

yang artinya keluaran dari sebuah perintah, akan difilter sebanyak 10 yang terakhir. Tail begitu sangat berguna terutama untuk membuka file-file log webserver atau sejenisnya yang selalu berjalan. Windows/DOS  akan memiliki kesulitan dalam memmbuka file-file besar berjalan seperti ini. Dan ketika terbuka pun, Windows tidak akan menampilkan pesan terakhir yang muncul. Untuk itu dapat anda cari juga program tail for windows http://tailforwin32.sourceforge.net/

 

 

more

More ini berfungsi untuk menampilkan file text perhalaman yang digabung dengan perintah yang lain misalnya adalah cat. Jika sebuah file text yang berukuran besar, seperti /var/log/messages dengan lebih dari 200 baris, maka dengan more dapat ditampilkan perhalaman. Dengan menekan spasi maka muncul perhalaman ke bawah. Contoh penggunaannya adalah :

more /var/log/messages

sama dengan

cat /var/log/messages|more

 

Untuk keluar sebelum file berakhir dapat digunakan tombol q

 

less

Less ini sama dengan more, hanya saja less dapat diperlakukan naik turun halaman dengan menggunakan tombol U (up) dan D (down). Misal

less /var/log/smsd.log

Untuk keluar dapat digunakan tombol q

 

last

Perintah last digunakan untuk mengetahui siapa yang terakhir login. Hal ini memang tidak bisa dicari persamaannya di windows.

 

top

Perintah top digunakan untuk mengetahui task yang paling besar menggunakan memori. Untuk keluar dari perintah ini dapat menggunakan tombol Q.

 

whoami dan who

who adalah perintah untuk mengetahui siapa saja yang sedang login di komputer tersebut. Biasanya perintah ini disingkat dengan w. Sedangkan whoami adalah perintah untuk mengetahui saat ini kita login sebagai apa.

Sebenarnya masih sangat banyak perintah dasar linux yang fiturnya tidak tertiru di Windows. Namun disini dijelaskan tujuh saja yang paling sering digunakan. Sedangkan beberapa perintah memang banyak yang memiliki kegunaan sama misal :

cat (Linux) vs type (Windows)
ls (Linux) vs dir (Windows)

dan lain sebagainya.

Semoga artikel ini bermanfaat

Berkreasi dengan Link ‘MORE’ atau ‘SELANJUTNYA’ dalam Resume Post WordPress

Perhatian: Sementara Post ini berlaku untuk yang gemar mengolah WordPress dari sisi Script

Jika anda melakukan installasi WordPress dan dilanjutkan dengan installasi Themes, sedangkan themes tersebut mendukung adanya RESUME halaman awal, biasanya secara default, resume tiap post akan diakhiri dengan tanda […] tanpa Link, kecuali yang telah didukung oleh themes atau plugins tertentu. Contoh:

posting ini adalah posting yang pertama bahwa dengan blabalbalbalbal […]

Sedangkan pada umumnya web, kita menginginkan adanya tombol atau link : more, atau selanjutnya, untuk menuju ke post penuh dari resume tersebut. Nah, bagaimana caranya? Sangat mudah.

Dalam wordpress, terdapat berbagai fungsi yang dapat anda baca pada Function Reference pada codex.wordpress.com. Resume, dalam wordpress akan dinyatakan sebagai EXCERPT. Cara membuat resume dari sebuah post pun hanya tinggal memanggil the_excerpt. Biasanya para desainer themes wordpress akan banyak menggunakan ini untuk membuat tampilan halaman index. Desain awal dari WordPress, memiliki beberapa ketentuan untuk excerpt, antara lain adalah : karakter tertentu akan dibatasi, jumlah kata adalah 55 kata, dan akan diakhiri dengan tanda […]. Kita dapat mengubah semua itu dengan cara melakukan pengubahan suatu file dalam wordpress tersebut. Langkah pertama adalah bukalah CMS WordPress, dan pastikan, apakah Themes yang dipilih mendukung adanya Excerpt. Jika tidak, tutorial selanjutnya akan saya bahas tentang mendesain themes wordpress. Jika iya, apakah Resume atau Excerpt dari potongan artikel berakir dengan […] ? jika anda ingin mengubah, silakan buka file formatting.php dalam {DIREKTORI_UTAMA}/wp-includes/. Kopikan file tersebut sebagai backup apabila kita keliru dalam melakukan modifikasi.

Selanjutnya bukalah formatting.php tersebut, dan temukan fungsi bernama function wp_trim_excerpt($text)

kira-kira untuk WordPress Versi 2.x berisi seperti demikian:

function wp_trim_excerpt($text) {
	if ( '' == $text ) {
		$text = get_the_content('');

		$text = strip_shortcodes( $text );

		$text = apply_filters('the_content', $text);
		$text = str_replace(']]>', ']]>', $text);
		$text = strip_tags($text);
		$excerpt_length = apply_filters('excerpt_length', 55);
		$words = explode(' ', $text, $excerpt_length + 1);
		if (count($words) > $excerpt_length) {
			array_pop($words);
			array_push($words, '[...]');
			$text = implode(' ', $words);
		}
	}
	return $text;
}

Untuk versi 3.x kira-kira demikian:

function wp_trim_excerpt($text) {
	$raw_excerpt = $text;
	if ( '' == $text ) {
		$text = get_the_content('');

		$text = strip_shortcodes( $text );

		$text = apply_filters('the_content', $text);
		$text = str_replace(']]>', ']]>', $text);
		$text = strip_tags($text);
		$excerpt_length = apply_filters('excerpt_length', 55);
		$excerpt_more = apply_filters('excerpt_more', ' ' . '[...]');
		$words = preg_split("/[\n\r\t ]+/", $text, $excerpt_length + 1, PREG_SPLIT_NO_EMPTY);
		if ( count($words) > $excerpt_length ) {
			array_pop($words);
			$text = implode(' ', $words);
			$text = $text . $excerpt_more;
		} else {
			$text = implode(' ', $words);
		}
	}
	return apply_filters('wp_trim_excerpt', $text, $raw_excerpt);
}

Perhatikan, pada bagian

$excerpt_length = apply_filters('excerpt_length', 55);

anda dapat mengubah excerpt anda tidak lagi 55 kata, dengan cara mengubah angka yang ada tersebut.

Kemudian jika anda ingin mengubah […] menjadi ‘selanjutnya’ dalam bentuk miring, maka lakukan pengubahan […] dengan kode “…Selanjutnya“.

Hasilnya kira-kira akan menjadi seperti berikut:

versi 2.x

function wp_trim_excerpt($text) {
	if ( '' == $text ) {
		$text = get_the_content('');

		$text = strip_shortcodes( $text );

		$text = apply_filters('the_content', $text);
		$text = str_replace(']]>', ']]>', $text);
		$text = strip_tags($text);
		$excerpt_length = apply_filters('excerpt_length', 55);
		$words = explode(' ', $text, $excerpt_length + 1);
		if (count($words) > $excerpt_length) {
			array_pop($words);
			array_push($words, 'selanjutnya');
			$text = implode(' ', $words);
		}
	}
	return $text;
}

versi 3.x

function wp_trim_excerpt($text) {
	$raw_excerpt = $text;
	if ( '' == $text ) {
		$text = get_the_content('');

		$text = strip_shortcodes( $text );

		$text = apply_filters('the_content', $text);
		$text = str_replace(']]>', ']]>', $text);
		$text = strip_tags($text);
		$excerpt_length = apply_filters('excerpt_length', 55);
		$excerpt_more = apply_filters('excerpt_more', ' ' . 'selanjutnya');
		$words = preg_split("/[\n\r\t ]+/", $text, $excerpt_length + 1, PREG_SPLIT_NO_EMPTY);
		if ( count($words) > $excerpt_length ) {
			array_pop($words);
			$text = implode(' ', $words);
			$text = $text . $excerpt_more;
		} else {
			$text = implode(' ', $words);
		}
	}
	return apply_filters('wp_trim_excerpt', $text, $raw_excerpt);
}

Simpan, dan saksikan di halaman depan homepage CMS WordPress anda.. Anda pun dapat berekpsresi lanjut dengan membuat tanpilan lebih menarik dengan melibatkan CSS, seperti a:hover, a:link dan selanjutnya.. Enak bukan?

 

SEMOGA BERGUNA..

 

bimosaurus

eof